Rabu, 17 Oktober 2012

Bagaimana Cara Bore Up Yamaha Mio ?


Ada 2 cara yang bisa diakukan agar kapasitas mesin 113,7 cc dari YAMAHA MIO  bisa sesuai regulasi kelas bore-up 150 cc pemula.
1.Menaikkan diameter piston YAMAHA Mio yang standarnya 50 mm
Misalnya menggunakan Piston 57 mm, Untuk langkah ini, ukuran piston yang bisa dipakai melengserkan standar Mio, yang berdiameter 57 mm. Dengan perhitungan (1/4 x 3,14 x(57)² x 57,9): 1000, maka didapat kapasitas mesin Mio sekarang jadi 147,67 cc.
Menjejalkan piston ukuran besar, dan ganti liner standar misal dengan menggunakan milik Suzuki Thunder 125, Selain bawaan Thunder 125, piston Honda GL Neo Tech & Yamaha V-Ixion bisa dipakai untuk menaikkan cc Mio. Khusus pakai piston Thunder dan V-Ixion, penyesuaian pada diameter pin juga mesti dilakukan. Pasalnya bawaan Mio 15 mm dan pin Thunder juga V-Ixion 14 mm.
2.Padukan pembesaran diameter piston dengan memperpanjang langkah
Perbesar Piston + Naik Stroke, dengan langkah ini maka kombinasi akan menambah diameter piston dengan menjejalkan yang ukuran 54,5. Sedang buat tambah panjang langkah, ukuran total 6 mm (sesuai aturan maksimal naik stroke) dianggap yang paling pas. Pasalnya bila dimasukkan ke dalam rumus, hasil perkalian dan pembagiannya ketemu kapasitas mesin jadi 148,99 cc.
Dibanding hanya dengan menaikkan kapasitas mesin, pengerjaan pada langkah ke-2 ini lebih lama. Karena harus ada proses untuk membelah mesin buat pasang stroker baru. Aplikasi ini tak perlu memakai ganti boring, namun penyesuaian pin perlu dilakukan pada beberapa piston yang bisa digunakan. Seperti seher bawaan Yamaha Jupiter dan Kawasaki Kaze yang diameternya 13 mm. Kalau pasangnya piston Suzuki Shogun atau Yamaha Jupiter MX, tidak perlu mengganti pin.

Sedikit  tambahan dari saya, sebelum memboreup motor kita, alangkah baik nya kita berpikir  2 kali apakah tujuan kita memboreup motor kita, kalau hanya untuk berbuat ugal – ugal an sebaik nya tidak usah memboreup motor kita sendiri, karena dapat mencelakakan diri kita sendiri, maupun orang lain.
Sumber : http://www.indonesianracing.com/2011/03/bagaimana-cara-bore-up-yamaha-mio/

IBU


Ibu….
Di dalam susah kau selalu ada
Di dalam kesah kau semangat ku
Tanpa lelah
Juga tanpa terpaksa

Ibu…
Ku bangga di lahirkan mu
Ku bahagia di besarkan mu
Tapi semua tak dapat terbayarkan oleh harta
Tapi oleh sebuah cinta

Kehidupan ku


Ini  adalah cerita tentang kehidupan pribadi saya, pertama  - tama nama saya adalah mochammad aditya kurniawan, lahir di Jakarta tahun 1993, di lahirkan dan di besarkan oleh kedua orang tua saya yang memang tinggal lama di Jakarta, oia saya juga punya adik perempuan yang sekarang sudah berpendidikan SMA di salah satu SMA negeri Jakarta.

Kalo membicarakan soal pendidikan, pertama - tama saya tk di tk nurul ikhwan, dan di lanjutkan di sekolah dasar SDN munjul 02 pagi selama 6 tahun, tidak lebih, lalu di lanjutkan ke sekolah menengah pertama SMPN 230 jakarta, dan di tamat kan di sekolah menengah pertama SMAN 64 jakarta, walaupun sudah tamat pendidikan formal, saya melanjutkan pendidikan saya ke Universitas Gunadarma sampai jenjang sarjana.

Lalu mengenai hobi saya, saya sangat suka dengan hal – hal yang berbau otomotif, apalagi kalo soal motor, saya sangat suka sekali mengotak ngatik motor, alhasil motor yang di belikan kedua orang tua saya sudah saya modifikasi dengan hasil motor saya masuk di sebuah majalah yang cukup terkenal. tidak cuman itu dari hobi saya pun saya dapat menambah uang jajan saya sendiri dengan menjual part – part variasi motor.

Nah, itulah sebagian kecil dari cerita kehidupan saya, dan akan terus berlanjut kedepannya sampai semua yang saya ingin kan termasuk cita – cita saya dapat terwujudkan.

Senin, 25 Juni 2012

Pengaruh Teknologi terhadap budaya organisasi



Pengaruh Teknologi terhadap budaya organisasi
Pengertian Budaya Organisasi
Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.
Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :
a. Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
b. Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.
c. Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.
d. Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.

e. Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku. Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan budaya organisasi dalam
penelitian ini adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.

Sumber-sumber Budaya Organisasi

Menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:264), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

1. Pengaruh umum dari luar yang luas
Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi.
2. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat
Keyakinan-keyakinan dn nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan.
3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi
Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.

Fungsi Budaya Organisasi

Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
a. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
b. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
d. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
e. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.
Pengaruh teknologi terhadap Kreatifitas individu dan team
Sekarang ini, akibat produk modernisasi seperti televisi, HP ataupun internet, kita dapat melihat bahwa tak ada bedanya gaya hidup masyarakat kota dengan masyarakat desa. Budaya barat yang dahulu hanya di adaptasi dan di tiru oleh masyarakat kota, dengan adanya kemajuan teknologi juga telah melanda masyarakat di pedesaan. Budaya tolong menolong yang dahulu lekat dengan masyarakat desa, lambat laun berkurang meski tidak hilang sama sekali, berganti dengan budaya individualistik. Budaya santun dan lugu yang juga menjadi ciri khas masyarakat pedesaan perlahan mulai pudar dan berganti dengan budaya urakan yang dengan bangga mereka sebut dengan istilah gaul.

Pada hakikatnya, kemajuan teknologi dan pengaruhnya dalam kehidupan adalah hal yang tak dapat kita hindari. Akan tetapi, kita dapat melakukan tindakan yang bijaksana terhadap diri kita sendiri, keluarga dan juga masyarakat luas agar kemajuan teknologi yang semakin dahsyat ini tidak sampai menggeser jati diri kita sebagai manusia yang memiliki norma dan juga nilai-nilai pekerti yang luhur. Bagaimanapun, sebagai anggota masyarakat, dan terutama sebagai orang tua, kita harus melakukan suatu tindakan representative dan preventif, agar semaksimal mungkin dapat mencegah pengaruh negatif teknologi terhadap anak-anak kita khususnya kaum remaja yang merupakan generasi emas yang akan menjadi penerus perjuangan kita membentuk bangsa yang berakhlak dan berbudaya di masa yang akan datang.
Di dalam individu pengaruh teknologi terhadap kreativitas memang sudah banyak yang melakukan nya sekarang, tetapi pengaruh teknologi tersebut yang membuat kita menjauhi adat bermasyarakat karena asik nya kita mengembangkan ide kreatifitas kita sendiri, akan tetapi pengaruh teknologi ini sangat di katakana cukup lumayan bagus karena kreatifitas tersebut dapat bekembang tanpa bantuan orang lain, sehingga teknologi dapat di kembangkan sepenuh nya oleh individu tersebut.
Akan tetapi pengaruh teknologi terhadap kreatifitas team akan cepat di kembangkan, karena ide – ide dan saran dari semua team dapat membuat kreatifitas yang lain ikut meningkat, karena saran – seran tersebut dapat di kembangkan oleh yang lain tanpa pusing mencari ide sendiri dan seorang individu tersebut dapat mengembangkan kreatifitas nya di bidang teknologi tersebut akan sangat terbantu oleh kerja sama dari team.

Sumber :

Rabu, 30 Mei 2012

Teamwork


Kelompok dan Organisasi
Definisi kelompok
Kelompok adalah agregat sosial dimana anggota-anggotanya yang saling tergantung, dan setidak-tidaknya memiliki potensi untuk melakukan interaksi satu sama lain.
Kelompok adalah suatu kolektif yang terdiri atas berbagai organisme dimana eksistensi semua anggota sangat penting untuk memuaskan berbagai kebutuhan individu. Artinya, kelompok merupakan suatu alat untuk mendapatkan berbagai kebutuhan individu. Individu menjadi milik kelompok karena mereka mendapatkan berbagai kepuasan ssebaik mungkin melalui organisasi yang tidak dengan mudah mereka dapatkan melalui cara lainnya (Cartwright & Zander, 1971: 20).
Sedangkan menurut Wekley dan Yulk (1977) mengemukakan bahwa kelompok merupakan suatu kumpulan orang yang berinteraksi satu sama lain secara teratur dalam suatu periode tertentu, dan merasakan adanya ketergantungan diantara mereka dalam rangka mencapai satu atau lebih tujuan bersama.
Dari tiga pengertian di atas, maka dapat saya simpulkan bahwa pengertian kelompok tidak terlepas dari unsur-unsur berupa keberadaan dua orang atau lebih yang melakukan interaksi dan saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Namun ini tidak berlaku bagi sekumpulan individu yang tidak memenuhi unsur-unsur di atas, maka belumlah dikatakan sebagai kelompok misalnya penonton sepakbola yang menjadi sekumpulan individu namu mereka tidak saling mengenal dan tidak melakukan interaksi.

Jenis-jenis Kelompok
Kelompok dapat dibedakan berdasarkan klasifikasinya. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan dalam lingkungan organisasi atau perusahaan, maka ada jenis kelompok formal dan kelompok non-formal.

-       Kelompok formal adalah sub unit sah dari organisasi yang telah ditetapkan oleh anggaran dasar atau suatu ketetapan management. Jadi kelompok ini sengaja dibentuk untuk memenuhi tugas yang nyata guna mendukung tugas organisasi.

-       Kelompok informal adalah kelompok yang muncul sebagai upaya pemenuhan kebutuhan individu dengan mengembangkan tata hubungan dengan anggota lain dalam organisasi. Kelompok informal hanya dapat terbentuk apabila lokasi fisik anggota-anggotanya, sifat pekerjaan, dan jadwal kerja memungkinkan untuk terbentuknya kelompok. Oleh karena itu kelompok informal muncul dari kombinasi antara faktor-faktor formal dan kebutuhan manusia sebagai anggotanya.

Pengalaman pribadi saya dalam berkelompok adalah saya membentuk suatu komunitas motor yang bertujuan untuk menyalurkan hobi saya dalam bidang otomotif, dalam suatu komunitas itu saya bertugas menjadi ketua dalam komunitas tersebut, yang di perlukan adalah tanggung jawab yang besar terhadap anggota nya, aktifitas dan kegiatan di dalam komunitas tersebut adalah kegiatan – kegiatan yang positif dan menjauhi semua hal yang bersifat negative, mungkin dalam kelompok atau komunitas ini termasuk dalam kelompok informal.
Hambatan dalam kelompok dan organisasi
HAMBATAN-HAMBATAN DALAM ORGANISASI
1) unit-unitdalam organisasi / organisasi lain memiliki penilaian yang berlebihan tentang kehebatan( diri mereka) atau kesombongan dari unit-unit sehingga merasa tidak perluorang lain dan ini harus dihindari.
2) kekhawatiran/ketakutan dari unit-unit tersebut jika sumberdaya mereka digunakan dan unitlain dengan kata lain rugi jika sumber daya digunakan oleh orang lain.
3) Adanyakonflik di antara unit organisasi. Konflik kepemimpinan / pegawai . Konflikterbukan adalah semua orang tau dan konflik tertutup adalah menghambat oranglain untuk melaksanakan kegiatannya. jika sering terjadi konflik maka koordinasitidak akan tercipta. peran-peran koordinasi rapat kerja, pemantauan bersama,pertukaran informasi, dan saling berkunjung. Koordinasi dalam organisasi harusada agenda yang jelas di tinak lanjuti dengan jadwal dan disepakati bersama.

Solusi kelompok dan organisasi
Setiap konfllik pasti memiliki solusi. Salah satu solusi yang memungkinkan terpecahnya suatu masalah adalah merenungkan masalah yang terjadi, membuat kesimpulan dari permasalahan tersebut dengan kesepakatan antara individu yang bersangkutan.

Didalam organisasipun setiap permasalahan dan konflik pasti ada pemecahan nya, yaitu dengan debat pendapat, atau melakukan vote untuk tujuan tertentu, agar di dapat sebuah keputusan untuk menyelesaikan masalah atau konflik tersebut.


Sumber : 1. http://ichwanmuis.com/?p=1001(29 mei 2012 jam 19.28)
                 2. http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/copywriting/2089808-hambatan-hambatan-organisasi/ (29 mei 2012 jam 20.02)
                3. http://reeyzha05.blogspot.com/2009/11/dampak-dari-konflik-dan-solusi.html (29 mei 2012 jam 20.37)

Selasa, 01 Mei 2012

Jenis Keputusan


Terdapat beberapa jenis keputusan dalam proses pengambilan keputusan.Berdasarkan keputusan yang harus diambil oleh level manajemen di perusahaan jenis keputusan terdiri atas: 
1. Keputusan Strategis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen puncak dalam sebuh perusahaan.
2. Keputusan taktis, adalah keputusan yang dibuat oleh manajemen menengah

3. Keputusan operasional, adalah keputusan yang dibuat oleh tingkat manajemen yang paling bawah, misalnya operator mesin di lantai produksi.
Berdasarkan tersedianya pemecahan masalah, jenis keputusan yang biasanya muncul adalah:
• Keputusan Terprogram. Keputusan ini berkaitan dengan kebiasaan, aturan, dan prosedur. Dalam hal ini kondisi yang dihadapi semuanya dapat diketahui dengan pasti.
• Keputusan tidak terprogram. Keputusan tidak terprogram ini adalah keputusan yang tidak mempunyai suatu aturan yang baku, tergantung pada jenis masalahnya. Biasanya, masalah yang membutuhkan keputusan tidak terprogram ini terjadinya tidak dapat diprediksi.
• Keputusan tidak terstruktur.disebut tidak terstruktur karena tidak diketahui pemecahannya karena ketidakjelasan masalahnya.
Contoh nya pada keputusan terprogram adalah keputusan tentang peraturan berlalu lintas dan keputusan tentang peraturan perkuliahan.
Dan contoh untuk keputusan tidak terprogram adalah jika ada seorang anak kecil yang tertangkap tangan mencuri tetapi tidak langsung di hukum pidana dan di masukkan ke dalam penjara, tetapi dia akan di beri pengarahan agar tidak melakukan nya kembali, karena menurut hukum umur anak kecil tersebut belum sampai umur 17 tahun.

Teori pengambilan keputusan


Teori pengambilan keputusan
Definisi Pengambilan Keputusan
                Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal itu berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai ‘apa yang harus dilakukan’ dan seterusnya mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.
                Keputusan itu sendiri merupakan unsur kegiatan yang sangat vital. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui dari kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat adalah keputusan yang berbobot dan dapat diterima bawahan. Ini biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan sikap manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan keputusan yang mendasarkan diri pada human relations.
                Setelah pengertian keputusan disampaikan, kiranya perlu pula diikuti dengan  pengertian tentang “pengambilan keputusan”. Ada beberapa definisi tentang pengambilan keputusan, dalam hal ini arti pengambilan keputusan sama dengan pembuatan keputusan, misalnya Terry, definisi pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih ( tindakan pimpinan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam organisasi yang dipimpinnya dengan melalui pemilihan satu diantara alternatif-alternatif yang dimungkinkan).
                Menurut Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan terhadap hakikat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.
                Dari kedua pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan. Masalahnya telebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada.

Teknik pengambilan keputusan
certainty:
Jika semua informasi yg diperlukan untuk membuat
keputusan diketahui secara sempurna & tdk berubah
 Risk:
Jika informasi sempurna tidak tersedia, tetapi seluruh
peristiwa yg akan terjadi besarta probabilitasnya diketahui
 Uncertainty:
Jika seluruh informasi yg mungkin terjadi diketahui, tetapi
tanpa mengetahui probabilitasnya masing-masing
proses pengambilan keputusan
A. Penemuan masalah; merupakan tahap dimana harus didefinisikan dengan jelas sehingga perbedaan antara masalah dan bukan masalah (issu) menjadi jelas.

B. Pemecahan masalah; merupakan tahap dimana masalah yang sudah ada kemudian diselesaikan dengan langkah-langkah sbb:
1. Identifikasi alternatif-alternatif keputusan untuk memecahkan maslaha
2. Perhitungan mengenai faktor-faktor yang tidak dapat diketahui sebelumnya atau diluar jangkauan manusia, identifikasi peristiwa yang akan datang
3. Pembuatan alat ung mengevaluasi atau mengukur hasil.
4. Pemilihan dan penggunanaan model pengambilan keputusan.

C. Pengambilan keputusan ; berdasarkan pada keadaan lingkungan atau kondisi yang ada, spt kondisi pasti, berisiko, kondisi tidak pasti, dan konflik.
Sumber  :
1.  1.      xa.yimg.com/kq/groups/22999204/.../name/TO+pancen+oye.doc  (29 april 2012 jam 20.12)
2.  2.     http://perencanaan-usaha.blogspot.com/2008/10/materi-teori-pengambilan-keputusan.html ( 29 april 2012 jam 20.35)
3.    3.   http://staffsite.gunadarma.ac.id/mukhyi ( 29 april 2012 jam 21.07)